Ketika aku masih muda dan bebas berkhayal,
aku bermimpi ingin mengubah dunia
Seiring dengan bertambahnya usia dan kearifanku
Kudapati bahwa dunia tidak kunjung berubah
Maka cita-cita itu pun agak kupersempit
Lalu kuputuskan hanya mengubah negeriku
Namun tampaknya, hasrat itu pun tiada hasilnya
Ketika usiaku telah semakin senja,
dengan semangatku yang masih tersisa
kuputuskan untuk mengubah keluargaku,orang-orang yang paling dekat denganku
Tetapi celakanya, mereka pun tak mau diubah
Dan kini
Sementara aku berbaring saat ajal menjelang
Tiba-tiba kusadari:
Andaikan yang pertama-tama kuubah adalah diriku,
maka dengan menjadikan diriku sebagai panutan
mungkin akan bisa mengubah keluargaku
lalu berkat inspirasi dan dorongan mereka,
bisa jadi aku pun mampu memperbaiki negeriku
kemudian siapa tahu, aku bahkan bisa mengubah dunia
(Puisi ini tertulis di sebuah makam di Westminster, Inggris)
Rangkaian puisi diatas sangat begitu menyentuh, seolah-olah dia mengingatkan kita, mengingatkan setiap remaja seusia dengan kita atau malah setiap orang yang pernah memiliki cita-cita dan pernah tertanam dalam jiwanya semangat muda untuk memperbaharui dunia.
Cita-cita..ya dialah cita-cita, yang selalu menemani otak kiri kita, mempengaruhi kita, mengajak, bahkan mendorong kita untuk selalu bergerak serta banyak berkarya.
Benar manusia diciptakan dengan serba kekurangan, yaitu kekurangan yang menjadikanya serba kesulitan dan selalu berkecil hati, namun untungnya manusia masih diberi akal dan hati, sehingga dengan keduanya manusia banyak diberi petunjuk dan arahan, dengannya manusia mampu berpikir, menimbang lalu meperhitungkan.
Sikap manusia yang cerdas adalah mereka yang selalu bersyukur atas keberadaan hati dan akal pada diri dan jiwanya, sehingga ia selalu mengoptimalkan keduanya dengan sebaik-baiknya, bahkan, itupun belumlah cukup karena manusia harus mampu menyeimbangkan antara presepsi keinginan hati atas pertimbangan akal.
Cita-cita untuk berubah dan merubah disekitarnya adalah hal yang sangat manusiawi, karena keinginan itu muncul karena adanya presepsi hati dan pertimbangan akal. Dengan akal, manusia mampu berpikir kritis, membaca ihwal serta mengamati setiap kejadian dan peristiwa. Dia akan bergerak kencang saat dia menemukan suatu peristiwa yang berbeda dari kebiasanya, atau sesuatu yang jauh dari alam sadarnya sehingga memberikan informasi yang berbeda, maka tertanamlah dalam dirinya keingin tahuan, sementara isi hati mendorongnya untuk selalu bertanya, mempelajari dan banyak membaca.
Disinilah letaknya pintu perubahan itu, yaitu saat dia memerdekakan dirinya dari kekerdilan dan kebodohan, tentunya dengan memperbanyak wawasan dan pengalaman, mau memulai serta merubah setiap kebiasaan-kebiasaan semasa bodohnya.
Yaitu saat seorang bayi baru berlatih merangkak saat melihat kedua orang tuanya yang mampu berjalan. Yaitu saat seorang murid bertanya kepada gurunya saat dia tidak mampu memahami pelajaran yang guru sampaikan. Saat kita bertanya siapa Tuhan kita? lalu Nabi diutus dan Alam sepakat untu menjadi ayat-ayatnya, lalu kita bertanya kepada Tuhan mengapa langit mendung lalu turunkan hujan?, serta setiap peristiwa yang mempengaruhi akal dan hati manusia untuk bergerak mengolah saraf serta data-datanya.
Bayangkan jika seorang bayi hidup disatukan dengan komunitas bayi yang lain, tanpa ada satupun yang mengajarinya berjalan, bicara atau merangkak sekalipun. Bayangkan jika seorang guru acuh terhadap pertanyaan muridnya, lalu bayangkan jika Tuhan enggan mengajari makhluknya-siapa Tuhan manusia yang sebenarnya..! Namun, untunglah peristiwa itu tak pernah ada dalam catatan sejarah, jikapun ada, mereka hanya sekelompok kecil manusia yang tertutup akal dan hatinya atau mereka yang belum tau arti pentingnya perubahan. Yaitu, perubahan yang kita mulai dari diri kita sendiri, merangkak mulai dari lingkungan terkecil berjalan ke arah yang lebih luas hingga tercipta sebuah Universitas Stereotipe yang baru. Mungkin saja kesadaran bisa datang dari mana saja, tetapi melaksanakan apa yang telah disadari hanya datang dari diri sendiri.
Marilah kita sama-sama bergerak dan berkarya agar menjadi pembaharu dan bukan hanya menanti perubahan. Menjadi juru kunci sejarah dan bukan sekedar pembaca sejarah. Pepatah mengatakan "tak mengapa seseorang tidak mengerjakan sesuatu, asal segera ia berhenti bermimpi, bercita-cita tentang sesuatu" walahua'lam
Read more...
Showing posts with label Kolom. Show all posts
Showing posts with label Kolom. Show all posts
Tuesday, February 17, 2009
Thursday, January 22, 2009
Siapa Yang Salah..?
Lambatnya Kedutaan Mesir di Indonesia memberikan visa entry kepada calon Mahasiswa Baru, berbuntut panjang pada keterlambatan mereka untuk mengikuti bangku kuliah hingga melewati masa Ujian Termin Pertama. Permasalahan Serisus Missandersatnding antara pihak Depag dan Kedutaan, bukan saja berpengaruh pada psikologis setiap calon Mahasiswa Baru, melainkan berpengaruh luas pada dinamika kehidupan Masisir, utamanya pada re-generasi kelompok organisasi secara lebih spesifik. Wacana peningkatan prestasi Masisir yang dicanagkan Lokakarya “kemarin Pagi” sudah tentu ikut ketiban batunya, wacana peningkatan prestasi masisir akan amburadul jika tidak segera diatasi jalan keluarnya. Sebagai reaksi, timbulah berbagai kecurigaan dan saling membenarkan, lalu siapa yang bersalah….?
Semenjak diumumkanya kelulusan tes Depag bulan …..tahun 2008 silam, sebagian Camaba optimis dalam waktu dekat akan segera diberangkatkan pihak Mediator, tak sedikit dari mereka malah telah mengadakan tasyakuran atau acara semacamnya, menyambut keberangkatan. Namun setelah hari-berganti hari, minggu, bulan bahkan tahun pun ikut berganti realita tak kunjung terjadi, munculah rasa gundah dan stres dalam benak mereka. Akibat tak tahan menunggu terlalu lama tak sedikit dari mereka yang malah mengasingkan diri hijrah ke luar kota jauh dari tempat tinggal kedua orang tuanya, “temanku malah mengasingkan diri ke tempat kostan temanya, malu katanya sama tetangga…”, ujar pria asal Jawa Timur yang tidak mau dikemukakan identitasnya. Belum lagi sesampainya di bangku Kuliah, mereka harus bersabar menunggu satu tahun karena tak ikut ujian semester pertama.
Lain dengan cerita kelompok organisai Masisir, keorganisasian Masisir yang menjamur selama ini, tentunya membutuhkan generasi penerus yang lebih dari sekdar satu atau dua orang saja. Adanya keterlamabatan pemberangkatan Camaba otomatis membuat kelompok organisasi yang kebetulan sudah dikejar masa deadline kebingungan bagaimana merekrut anggota baru, mereka tak ada pilihan selain menunggu kedatangan Maba atau memaksakannya.
Jika tahun kemarin tingkat kenajahan masisir mencapai 63% bisa dibayangkan darstis penurunan prestasi pada tahun ini, Lokakarya yang dicanangkan untuk improvisasi prestasi masisir bisa jadi tahun ini malah tak ada asarnya. Pak Abdullah saat dimintai keterangan mengatakan " Dibilang gagal juga engga karena Lokakarya sendiri diadakan termasuk untuk mencari solusi dari masalah baru yang dihadapi, bahkan ada rencana pembangunan asrama untuk mahasiswa Indonesia yang direncanakan dekat dengan kampus perkuliahan, tinggal menunggu respon dari Pak Dubes, InsyaAllah tahun ini satu asrama optimis bisa dibangun" ujar Pak Abdullah panjang lebar. Presiden PPMI menambahi dalam menaggapi hal ini "ini merupakan benar-benar permasalahan lama yang kurang sigap dalam pemecahanya" ungkapnya saat di wawancarai.
Adanya isu krisis kepercayaan yang beredar selama ini antara Depag-Kedutaan, dan siapa yang bersalah di tepis oleh Pak Abdullah "tentunya itu harus disertai dengan saksi dan bukti, saya kira awalnya adanya ketidak jelasan mekanisme saja, karena tidak ada sistem kemudian ada semacam satu mekanisme yang terbentur sehingga masing-masing merasa berhak dan merasa benar"
Sejauh ini bentuk kerjasama antara pihak KBRI, kedutaan Mesir dan Depag jelas ada karena hal tersebut termasuk progres Atdikbud, mudah-mudahan Atdikbud baru Pak Dr. Sangidu, M. Hum akan lebih cepat lajunya proses penangulangan masalah ini, dan sekarang sedang disusun MoU untuk mengatur kedatangan Camaba. "MoU sudah mulai penterjemaahan berkas tinggal peroses selanjutnya antara Jakarta Kairo" terang Pak Abdullah. MoU tersebut mengatur apa hak dan kewajiban Depag, apa hak dan kewajiban kedutan dan Al-azhar jadi semua punya rul dalam peroses rekrutmen camaba. Rencananya Depag yang menyelesaikan Administratifnya kemudian Alazhar mendatangkan Guru yang menyeleksi Maba. "mudah-mudahan ini jadi cerita terakhir" terang Pak Mukhlason. Semoga..!
Read more...
Semenjak diumumkanya kelulusan tes Depag bulan …..tahun 2008 silam, sebagian Camaba optimis dalam waktu dekat akan segera diberangkatkan pihak Mediator, tak sedikit dari mereka malah telah mengadakan tasyakuran atau acara semacamnya, menyambut keberangkatan. Namun setelah hari-berganti hari, minggu, bulan bahkan tahun pun ikut berganti realita tak kunjung terjadi, munculah rasa gundah dan stres dalam benak mereka. Akibat tak tahan menunggu terlalu lama tak sedikit dari mereka yang malah mengasingkan diri hijrah ke luar kota jauh dari tempat tinggal kedua orang tuanya, “temanku malah mengasingkan diri ke tempat kostan temanya, malu katanya sama tetangga…”, ujar pria asal Jawa Timur yang tidak mau dikemukakan identitasnya. Belum lagi sesampainya di bangku Kuliah, mereka harus bersabar menunggu satu tahun karena tak ikut ujian semester pertama.
Lain dengan cerita kelompok organisai Masisir, keorganisasian Masisir yang menjamur selama ini, tentunya membutuhkan generasi penerus yang lebih dari sekdar satu atau dua orang saja. Adanya keterlamabatan pemberangkatan Camaba otomatis membuat kelompok organisasi yang kebetulan sudah dikejar masa deadline kebingungan bagaimana merekrut anggota baru, mereka tak ada pilihan selain menunggu kedatangan Maba atau memaksakannya.
Jika tahun kemarin tingkat kenajahan masisir mencapai 63% bisa dibayangkan darstis penurunan prestasi pada tahun ini, Lokakarya yang dicanangkan untuk improvisasi prestasi masisir bisa jadi tahun ini malah tak ada asarnya. Pak Abdullah saat dimintai keterangan mengatakan " Dibilang gagal juga engga karena Lokakarya sendiri diadakan termasuk untuk mencari solusi dari masalah baru yang dihadapi, bahkan ada rencana pembangunan asrama untuk mahasiswa Indonesia yang direncanakan dekat dengan kampus perkuliahan, tinggal menunggu respon dari Pak Dubes, InsyaAllah tahun ini satu asrama optimis bisa dibangun" ujar Pak Abdullah panjang lebar. Presiden PPMI menambahi dalam menaggapi hal ini "ini merupakan benar-benar permasalahan lama yang kurang sigap dalam pemecahanya" ungkapnya saat di wawancarai.
Adanya isu krisis kepercayaan yang beredar selama ini antara Depag-Kedutaan, dan siapa yang bersalah di tepis oleh Pak Abdullah "tentunya itu harus disertai dengan saksi dan bukti, saya kira awalnya adanya ketidak jelasan mekanisme saja, karena tidak ada sistem kemudian ada semacam satu mekanisme yang terbentur sehingga masing-masing merasa berhak dan merasa benar"
Sejauh ini bentuk kerjasama antara pihak KBRI, kedutaan Mesir dan Depag jelas ada karena hal tersebut termasuk progres Atdikbud, mudah-mudahan Atdikbud baru Pak Dr. Sangidu, M. Hum akan lebih cepat lajunya proses penangulangan masalah ini, dan sekarang sedang disusun MoU untuk mengatur kedatangan Camaba. "MoU sudah mulai penterjemaahan berkas tinggal peroses selanjutnya antara Jakarta Kairo" terang Pak Abdullah. MoU tersebut mengatur apa hak dan kewajiban Depag, apa hak dan kewajiban kedutan dan Al-azhar jadi semua punya rul dalam peroses rekrutmen camaba. Rencananya Depag yang menyelesaikan Administratifnya kemudian Alazhar mendatangkan Guru yang menyeleksi Maba. "mudah-mudahan ini jadi cerita terakhir" terang Pak Mukhlason. Semoga..!
Read more...
Thursday, August 28, 2008
SENAT DI MATAKU
Realita keorganisasian masisir yang begitu kompleks merupakan wujud dari besarnya geliat Masisir untuk dapat menciptakan pergerakan dalam berdinamika, bermunculanya kerorganisasian di tengah-tengah komunitas masisir mau tidak mau memberikan sebuah sinergi besar, baik bagi masisir terkhusus bagi komunitas yang berada didalamnya.
Dalam garis historisnya pergerakan mahasiswa selalu identik dengan pembaharuan dan perubahan adakalanya yang bersifat parsial bahkan radikal sekalipun, pergerakan mahasiswa indonesia nampaknya sedikit besarnya mempengaruhi semangat pergerkan mahasiswa Indonesia dimesir. Sistem keorganisasian salah satunya, PPMI sebagai organisasi induk menduplikat sistem kemahasiswaan di tanah air ( SGS, student Govrment System;red) yang akhirnya menjadi traffic goverment PPMI, dalam sistem ini senat merupakan lembaga otonom yang berdiri dibawah struktural organisasi induk PPMI bersama Wihdah dan kekeluargaan,
Berbeda dengan organisasi kekeluargaan, senat fakultas merupakan organisasi yang paling dekat bersentuhan dengan perkuliahan, tentunya mempunyai peran penting untuk memompa prestasi masisir, namun sayangya organisasi ini sangat minim diminati masisir, padahal sejatinya setiap mereka (masisir;red) memiliki hubungan emosional sesuai dengan fakultas yang mereka pilih sebelum mereka bersentuhan dengan organisasi lain di bumi kinanah ini.
Semangat orientasi pergerakan mahasiswa meruapakn awal mula terlahirnya senat fakultas, hal tersebut sebagai wujud dari urgensi senat sendiri yang meliputi
perwujudan kesinergisan yang kontruktif antar lembaga kemahasiswaan dan birokrasi mahasiswa, membangun idiologi gerakan yang berlandaskan budaya ilmiah, mewujudkan penyegaran dan dinamisasi keilmuan dalam spesifik bidang, serta menyediakan asistensi bantuan bimbel dan penataan progran belajar kepada anggota.
Fakultas Ushuluddin salah satu fakultas yang ditawarkan Azhar, merupakan fakultas yang paling diminati masisir, terhitung lebih dari 40% mahasiswa Indonesia menjatuhkan pilihanya untuk fakultas ini, walapun demikian besarnya komunitas mahasisawa yang memilih fakultas ini nampaknya tidak semena-mena menjamin anggotanya untuk mesinergiakan SDM-nya, sehingga hal ini semestinya menjadikan senat ushuluddin sebagai senat yang memiliki peran lebih dibanding tahun-tahun sebelumnya.
Semenjak kelahiranya senat ushuluddin dalam perjalanananya mengalami pasang surut bahkan mengalami beberapa masa kamuflase semenjak awal mula didirikan hingga keberadaanya saat ini ditengah-tengah masisir, walaupun demikian pada tahap kepengurusan PPMI priode 2007-2008 pergerakanya mulai diberi ruang gerak, hal ini dapat diamati dari anggaran finansial PPMI yang mendekati nilai cukup, setidaknya bisa kita ma’lumi selain minimnya anggota yang bersedia aktif, apalah daya kegiatan tak sampai bila finansial merupakan harga tinggi yang harus dibeli.
Dinamika Senat Masisir
pada dasarnya dinamika seluruh senat masisir mengalami nasib yang sama, nampaknya pengaruh kesenatan masih kalah populer dibanding dengan beberapa keorganisasian lain yang lebih bonafid serta cukup kompleks menampung kecenderungan masisir dalam beraktifitas dan menyalurkan semangat kreativitas mereka, sehingga peran intelektual masih didominasi pemain lama (PPMI, Afiliatif, kekeluargaan, kelompok kajian dan almamater), hal ini tentunya sesuai dengan iklim steoritif masisir yang cukup plural sehingga tersedia banyak pilihan, terlebih dari itu organisasi senat masisir pun belum mengakar dan menyentuh kebutuhan ril mahasiswa, ditambah lagi kesenatan nampaknya belum memiliki Visi Misi yang jelas dan rill layaknya kondisi senat di tanah air yang cukup aktif, dinamis dan masif yang meliputi berbagai bidang dari kesejahteraan mahasiswa, sosial kemasyarakatan, kreasi seni budaya bahkan bidang politik dan hukum.
Peran senat mahasiswa ushuludddin terhadap masisir
Menyimak tuntutan serta urgensi senat mahasiswa yang tidak sedikit sebagaimana ditulis diatas, nampaknya senat ushuluddin periode 2006-2007 yang dipimpin Endri Irawan yang semenjak kepulanganya digantikan oleh Moch. Irwan Rachmat sebagai PJS, telah mampu bangkit sedikit demi sedikit, pertama setidaknya dapat mewujudkan ikatan tali silaturahmi intelektual baik formal maupun non formal, terbukti dengan beberapa program senat yang akan dilaksanakan baru-baru ini diantaranya; 23 November, Cerdas Cermat Mahasiswi Indonesia Fakultas Ushuluddin, dialnjutkan 24 November, Talkshow dengan tema "Study Hard & Get The Success" yang tak lama lagi akan di selenggarakan, kedua senat Ushuluddintelah selalu berupaya untuk dapat mewujudkan asistensi bantuan bimbel dan penataan program belajar kepada anggotanya, hal ini terbukti dengan selalu tersedianya beberapa rangkuman pelajaran serta contoh-contoh soal ujian, yang untuk tahun sekarang akan diterbitkan mulai dari tanggal 30 november nanti, bahkan bila tidak ada halang melintang senat Ushuluddin berencana mengadakan bimbingan belajar untuk mahasiswa/i Indonesia fakultas Ushuluddin tingkat I&II, tentunya agenda ini bukanlah yang pertama kali melainkan agenda rutin setiap musim ujian, yang untuk tahun ini dimulai terhitung dari 20 November nanti.
Saatnya benahi diri
Walaupun beberapa kalangan banyak menganggap eksitensi senat bagaikan organisasi yang mati suri, namun beberapa agenda serta rancangan kegiatan seperti ini (sebagaimana keterangan diatas;red) sedikit besarnya telah memberikan kontribusi positif bagi improvisasi prestasi masisir terkhusus dibidang akademis, maka hal tersebut sepatutnya perlu mendapatkan perhatian yang baik, serta motivasinya dari berbagai pihak baik KBRI, PPMI atau masisir itu sendiri sebagai pelaku baik moril maupun materil.
Geliat aktivitas senat masisir mulai kembali semarak, beberapa SEMA (senat mahasiswa;red) seolah berlomba mengadakan beberapa kegiatan mulai dari kajian rutin, talk show, bahkan seni dan olahraga. Semoga
Read more...
Dalam garis historisnya pergerakan mahasiswa selalu identik dengan pembaharuan dan perubahan adakalanya yang bersifat parsial bahkan radikal sekalipun, pergerakan mahasiswa indonesia nampaknya sedikit besarnya mempengaruhi semangat pergerkan mahasiswa Indonesia dimesir. Sistem keorganisasian salah satunya, PPMI sebagai organisasi induk menduplikat sistem kemahasiswaan di tanah air ( SGS, student Govrment System;red) yang akhirnya menjadi traffic goverment PPMI, dalam sistem ini senat merupakan lembaga otonom yang berdiri dibawah struktural organisasi induk PPMI bersama Wihdah dan kekeluargaan,
Berbeda dengan organisasi kekeluargaan, senat fakultas merupakan organisasi yang paling dekat bersentuhan dengan perkuliahan, tentunya mempunyai peran penting untuk memompa prestasi masisir, namun sayangya organisasi ini sangat minim diminati masisir, padahal sejatinya setiap mereka (masisir;red) memiliki hubungan emosional sesuai dengan fakultas yang mereka pilih sebelum mereka bersentuhan dengan organisasi lain di bumi kinanah ini.
Semangat orientasi pergerakan mahasiswa meruapakn awal mula terlahirnya senat fakultas, hal tersebut sebagai wujud dari urgensi senat sendiri yang meliputi
perwujudan kesinergisan yang kontruktif antar lembaga kemahasiswaan dan birokrasi mahasiswa, membangun idiologi gerakan yang berlandaskan budaya ilmiah, mewujudkan penyegaran dan dinamisasi keilmuan dalam spesifik bidang, serta menyediakan asistensi bantuan bimbel dan penataan progran belajar kepada anggota.
Fakultas Ushuluddin salah satu fakultas yang ditawarkan Azhar, merupakan fakultas yang paling diminati masisir, terhitung lebih dari 40% mahasiswa Indonesia menjatuhkan pilihanya untuk fakultas ini, walapun demikian besarnya komunitas mahasisawa yang memilih fakultas ini nampaknya tidak semena-mena menjamin anggotanya untuk mesinergiakan SDM-nya, sehingga hal ini semestinya menjadikan senat ushuluddin sebagai senat yang memiliki peran lebih dibanding tahun-tahun sebelumnya.
Semenjak kelahiranya senat ushuluddin dalam perjalanananya mengalami pasang surut bahkan mengalami beberapa masa kamuflase semenjak awal mula didirikan hingga keberadaanya saat ini ditengah-tengah masisir, walaupun demikian pada tahap kepengurusan PPMI priode 2007-2008 pergerakanya mulai diberi ruang gerak, hal ini dapat diamati dari anggaran finansial PPMI yang mendekati nilai cukup, setidaknya bisa kita ma’lumi selain minimnya anggota yang bersedia aktif, apalah daya kegiatan tak sampai bila finansial merupakan harga tinggi yang harus dibeli.
Dinamika Senat Masisir
pada dasarnya dinamika seluruh senat masisir mengalami nasib yang sama, nampaknya pengaruh kesenatan masih kalah populer dibanding dengan beberapa keorganisasian lain yang lebih bonafid serta cukup kompleks menampung kecenderungan masisir dalam beraktifitas dan menyalurkan semangat kreativitas mereka, sehingga peran intelektual masih didominasi pemain lama (PPMI, Afiliatif, kekeluargaan, kelompok kajian dan almamater), hal ini tentunya sesuai dengan iklim steoritif masisir yang cukup plural sehingga tersedia banyak pilihan, terlebih dari itu organisasi senat masisir pun belum mengakar dan menyentuh kebutuhan ril mahasiswa, ditambah lagi kesenatan nampaknya belum memiliki Visi Misi yang jelas dan rill layaknya kondisi senat di tanah air yang cukup aktif, dinamis dan masif yang meliputi berbagai bidang dari kesejahteraan mahasiswa, sosial kemasyarakatan, kreasi seni budaya bahkan bidang politik dan hukum.
Peran senat mahasiswa ushuludddin terhadap masisir
Menyimak tuntutan serta urgensi senat mahasiswa yang tidak sedikit sebagaimana ditulis diatas, nampaknya senat ushuluddin periode 2006-2007 yang dipimpin Endri Irawan yang semenjak kepulanganya digantikan oleh Moch. Irwan Rachmat sebagai PJS, telah mampu bangkit sedikit demi sedikit, pertama setidaknya dapat mewujudkan ikatan tali silaturahmi intelektual baik formal maupun non formal, terbukti dengan beberapa program senat yang akan dilaksanakan baru-baru ini diantaranya; 23 November, Cerdas Cermat Mahasiswi Indonesia Fakultas Ushuluddin, dialnjutkan 24 November, Talkshow dengan tema "Study Hard & Get The Success" yang tak lama lagi akan di selenggarakan, kedua senat Ushuluddintelah selalu berupaya untuk dapat mewujudkan asistensi bantuan bimbel dan penataan program belajar kepada anggotanya, hal ini terbukti dengan selalu tersedianya beberapa rangkuman pelajaran serta contoh-contoh soal ujian, yang untuk tahun sekarang akan diterbitkan mulai dari tanggal 30 november nanti, bahkan bila tidak ada halang melintang senat Ushuluddin berencana mengadakan bimbingan belajar untuk mahasiswa/i Indonesia fakultas Ushuluddin tingkat I&II, tentunya agenda ini bukanlah yang pertama kali melainkan agenda rutin setiap musim ujian, yang untuk tahun ini dimulai terhitung dari 20 November nanti.
Saatnya benahi diri
Walaupun beberapa kalangan banyak menganggap eksitensi senat bagaikan organisasi yang mati suri, namun beberapa agenda serta rancangan kegiatan seperti ini (sebagaimana keterangan diatas;red) sedikit besarnya telah memberikan kontribusi positif bagi improvisasi prestasi masisir terkhusus dibidang akademis, maka hal tersebut sepatutnya perlu mendapatkan perhatian yang baik, serta motivasinya dari berbagai pihak baik KBRI, PPMI atau masisir itu sendiri sebagai pelaku baik moril maupun materil.
Geliat aktivitas senat masisir mulai kembali semarak, beberapa SEMA (senat mahasiswa;red) seolah berlomba mengadakan beberapa kegiatan mulai dari kajian rutin, talk show, bahkan seni dan olahraga. Semoga
Read more...
Subscribe to:
Posts (Atom)