Biar saja ku tak seindah matahari
Tapi selalu ku coba tuk menghangatkanmu
Biar saja ku tak setegar batu karang
Tapi selalu ku coba tuk melindungimu
Biar saja ku tak seharum bunga mawar
Tapi selalu ku coba tuk mengharumkanmu
Biar saja ku tak seelok langit sore
Tapi selalu ku coba tuk mengindahkanmu
Ku pertahankan kau demi kehormatan bangsaku
Ku pertahankan kau demi tumpah darah
Semua pahlawan-pahlawanku
* Merah putih teruslah kau berkibar
Di ujung tiang tertinggi di indonesiaku ini
Merah putih teruslah kau berkibar
Di ujung tiang tertinggi di indonesiaku ini
Merah putih teruslah kau berkibar
Ku akan selalu menjagamu
By: Coklat
Read more...
Showing posts with label Sastra. Show all posts
Showing posts with label Sastra. Show all posts
Sunday, January 23, 2011
Sunday, April 25, 2010
Cinta & Kerinduan
Kenapa rasa cinta begitu menyiksa.....?
Kenapa rasa rindu selalu mengusik, menghujam dan menusuk.....?
Cinta..oh cinta...
Ternyata banyak hal yang aku sendiri tak banyak tau tentang arti cinta.....
Cinta palsu atau cinta sejati.....
cinta biasa atau cinta yang sempurna....
Oh cinta...
Cintakah yang membahagiakanku, menguatkanku, melemahkan aku, menakutiku bahkan menggilakan aku....?
Cinta....
Jika engkau adalah cahaya, maka sinarilah hatiku, maka sinarilah kegelapanku.
Jika engkau air, maka hadirlah saat aku dalam dahaga, maka suburlakanlah setiap ketandusan.
Dan Jika engkau mutiara, maka tunjukan samudra manakah yang harus ku selami.
Cinta...
Dan, tak selayaknya aku mengotori arti sucimu dengan kekasaran dan fitnahan-fitnahanku...
Dimanapun engkau dan kapanpun berada wahai engkau Cinta....
Engkau tentu bukanlah biang yang menyakitkan, yang menjijikan, yang melemahkan dan sederet kata keburukan lainya.....
Cinta....
Memang engkau banyak dipuja-puji.....
dinanti-nanti.....
dicari-cari...
Sampai mati...
Tapi sadarkah engkau cinta....
Banyak pula engkau dicaci dan dimaki
Banyak orang yang setiap hari mengeluh karenamu
Banyak orang yang mabuk tak tentu arah karenamu
Bahkan orang rela menyakiti dirinya sendiri karenamu.....
katanya engkau kekuatan..?!
Katanya engkau keikhlasan..?!
Katanya engkau cahaya..?!
katanya engkau keindahan...?!
Wahai Maha Pemilik cinta......
Ternyata memang hanya Engkau satu-satunya pemilik cinta sejati, pemilik cinta abadi, yang percikan cintanya tak seorangpun pernah tersakiti.
Wahai Pemilik cinta...
Engkau yang tak pernah berhenti mengabdi kepadaku, bahkan ketika aku lalai mengabdi kepadaMu
Engkau yang menutupi setiap aib-aibku, bahkan ketika aku berbangga diri dan mengumbar sendiri aib-aibku.
Engkau yang perintahkan aku selalu meminta kepadaMu, bahkan disaat orang-orang enggan ketika dipintai hak-hak dan kewajibanya.
Dengan cintaku aku dekatkan diri kepadaMu, lalu Engkaupun cintai aku dan dekati aku lebih dekat dari nyawaku sendiri.
Wahai pemilik cinta....
Berilah kekuatan CintaMu.
Hingga hatiku tetap sama,
ketika mamandang kilauan emas atau kelamnya batu.
ketika memandang istana atau gubuk sederhana.
Ketika memandang bidadari atau perempuan biasa
Hingga hatiku tetap SATU
Ketika terang atau gelap-gulita
Ketika dupuji atau dicacimaki
Ketika sendiri atau dalam keramaian
Ketika air berlimpah atau kering dan bertandus
Seandainya kau segera tunjukan keindahan taman-tamanMu, kemolekan bidadari-bidadarimu, kesejukan alam kekalMu. Niscaya Keindahan dunia, menariknya wanita dan menggodanya wanita. Tak lagi aku hiraukan mereka, tak lagi berarti, dan tak lagi menyilaukan mata hati.....
Seandainya segera kau tunujakn panasnya alam kekalMu, bengisnya mlaikat-malaikatMu. Niscaya tak lagi aku mengeluh dengan panasnya waktu zduhur, terlena nikmatnya tidur pertengahan malam-malamMu, dan tak sudi lagi aku berbagga diri, atau pongah dengan kelebihanku-kelbihanku.
Tapi aku sadar, aku hanya manusia biasa, dan seandainya misteri-misteri itu terjadi sebelum waktunya, buat apa ada syaithan, buat apa ada usaha, karena semua tentu dengan akan mudah tunduk kepadaMu. Dan bisa jadi malaikat-malikatMu akan kebingungan membedakan hamba pilihan, hamba biasa, dan hamba gila.
Dan, aku sadar makin Makin lama nulis ko semakin ngawur yach..? he..he..
Tapi yang jelas.....
Mungkin inginku begini....
Wahai pemilik cinta.....
Izinkanlah aku mereguk cawan cintaMu sedalam-dalamnya, seluas-luasnya.
Tapi kemudian, ingin segera aku titipkan kembali, ku kembalikan kembali....
Cinta-cinta yang berhamburan, diantara cinta-cinta yang palsu, diantara cinta-cinta yang membebaniku, diantara cinta-cinta yang menjuhkanku dari cintaMu.
Tapi.... biarkanlah dahulu aku selalu merasa kekurangan dengan makna dan arti cintaMu, agar aku selalu berusaha membukanya, mencarinya dan menyusunnya perlahan.
Lalu memperbaikinya kembali, merapihkanya kembali, dan selalu memperbaharuinya kembali, di setiap detik, jam, hari, tahun demi tahunku menuju janji-janji Mu
Read more...
Kenapa rasa rindu selalu mengusik, menghujam dan menusuk.....?
Cinta..oh cinta...
Ternyata banyak hal yang aku sendiri tak banyak tau tentang arti cinta.....
Cinta palsu atau cinta sejati.....
cinta biasa atau cinta yang sempurna....
Oh cinta...
Cintakah yang membahagiakanku, menguatkanku, melemahkan aku, menakutiku bahkan menggilakan aku....?
Cinta....
Jika engkau adalah cahaya, maka sinarilah hatiku, maka sinarilah kegelapanku.
Jika engkau air, maka hadirlah saat aku dalam dahaga, maka suburlakanlah setiap ketandusan.
Dan Jika engkau mutiara, maka tunjukan samudra manakah yang harus ku selami.
Cinta...
Dan, tak selayaknya aku mengotori arti sucimu dengan kekasaran dan fitnahan-fitnahanku...
Dimanapun engkau dan kapanpun berada wahai engkau Cinta....
Engkau tentu bukanlah biang yang menyakitkan, yang menjijikan, yang melemahkan dan sederet kata keburukan lainya.....
Cinta....
Memang engkau banyak dipuja-puji.....
dinanti-nanti.....
dicari-cari...
Sampai mati...
Tapi sadarkah engkau cinta....
Banyak pula engkau dicaci dan dimaki
Banyak orang yang setiap hari mengeluh karenamu
Banyak orang yang mabuk tak tentu arah karenamu
Bahkan orang rela menyakiti dirinya sendiri karenamu.....
katanya engkau kekuatan..?!
Katanya engkau keikhlasan..?!
Katanya engkau cahaya..?!
katanya engkau keindahan...?!
Wahai Maha Pemilik cinta......
Ternyata memang hanya Engkau satu-satunya pemilik cinta sejati, pemilik cinta abadi, yang percikan cintanya tak seorangpun pernah tersakiti.
Wahai Pemilik cinta...
Engkau yang tak pernah berhenti mengabdi kepadaku, bahkan ketika aku lalai mengabdi kepadaMu
Engkau yang menutupi setiap aib-aibku, bahkan ketika aku berbangga diri dan mengumbar sendiri aib-aibku.
Engkau yang perintahkan aku selalu meminta kepadaMu, bahkan disaat orang-orang enggan ketika dipintai hak-hak dan kewajibanya.
Dengan cintaku aku dekatkan diri kepadaMu, lalu Engkaupun cintai aku dan dekati aku lebih dekat dari nyawaku sendiri.
Wahai pemilik cinta....
Berilah kekuatan CintaMu.
Hingga hatiku tetap sama,
ketika mamandang kilauan emas atau kelamnya batu.
ketika memandang istana atau gubuk sederhana.
Ketika memandang bidadari atau perempuan biasa
Hingga hatiku tetap SATU
Ketika terang atau gelap-gulita
Ketika dupuji atau dicacimaki
Ketika sendiri atau dalam keramaian
Ketika air berlimpah atau kering dan bertandus
Seandainya kau segera tunjukan keindahan taman-tamanMu, kemolekan bidadari-bidadarimu, kesejukan alam kekalMu. Niscaya Keindahan dunia, menariknya wanita dan menggodanya wanita. Tak lagi aku hiraukan mereka, tak lagi berarti, dan tak lagi menyilaukan mata hati.....
Seandainya segera kau tunujakn panasnya alam kekalMu, bengisnya mlaikat-malaikatMu. Niscaya tak lagi aku mengeluh dengan panasnya waktu zduhur, terlena nikmatnya tidur pertengahan malam-malamMu, dan tak sudi lagi aku berbagga diri, atau pongah dengan kelebihanku-kelbihanku.
Tapi aku sadar, aku hanya manusia biasa, dan seandainya misteri-misteri itu terjadi sebelum waktunya, buat apa ada syaithan, buat apa ada usaha, karena semua tentu dengan akan mudah tunduk kepadaMu. Dan bisa jadi malaikat-malikatMu akan kebingungan membedakan hamba pilihan, hamba biasa, dan hamba gila.
Dan, aku sadar makin Makin lama nulis ko semakin ngawur yach..? he..he..
Tapi yang jelas.....
Mungkin inginku begini....
Wahai pemilik cinta.....
Izinkanlah aku mereguk cawan cintaMu sedalam-dalamnya, seluas-luasnya.
Tapi kemudian, ingin segera aku titipkan kembali, ku kembalikan kembali....
Cinta-cinta yang berhamburan, diantara cinta-cinta yang palsu, diantara cinta-cinta yang membebaniku, diantara cinta-cinta yang menjuhkanku dari cintaMu.
Tapi.... biarkanlah dahulu aku selalu merasa kekurangan dengan makna dan arti cintaMu, agar aku selalu berusaha membukanya, mencarinya dan menyusunnya perlahan.
Lalu memperbaikinya kembali, merapihkanya kembali, dan selalu memperbaharuinya kembali, di setiap detik, jam, hari, tahun demi tahunku menuju janji-janji Mu
Read more...
Thursday, February 18, 2010
Mimpi

Dipagi hari, saat gelap mulai meninggalkan jejak malamnya, saat mentari masih enggan memberikan sinar paginya. adzan subuh masih belum berkumandang, masih terdengar suara shalawatan yang merdu terpancar dari sebuah speaker mesjid tepat dibelakang flat sekitar tempat tinggalku. Tampak tak ada yang berubah, semua berjalan apa adanya, hening, dan sesekali ada nyaringan serta suara knalpot kendaraan di jalanan sana.
Aku terbangun, tertegun dari tidur malamku, terdengar suara rington sms membawakan lagu romantis milik albumnya Amir Diab. Minggu-minggu ini aku memang sedikit lebih peka dari hari-hari seblumnya, begitu mudah terbangunkan, entah.., mungkin karena sumaringah suasana hatiku yang membawaku demikian.
Sejurus kemudian, ku ambil Hp jadulku yang tergeletak diatas kasur di samping tubuhku. "My honey" tertera sebagai nama si pengirim yang telah lama tersave di urutan nomer kontak HP ku, setelah sebelumnya, nama kontak itu berganti nama dari "Nadia aja" lalu tak lama setelah 3 bulan kemudian ku ubah namanya jadi "Dek Nadia" dan terakhir 2 bulan yang lalu, ku ganti lagi dengan nama baru "My Honey" dan bertahan sampai saat ini, hingga aku berazzam tak mengganti-gantinya lagi, kecuali dengan satu nama "istriku tercinta belahan jiwa", mewakili sejarah cintaku …humm
Perlahan mulai ku baca isi pesanya, satu demi satu kata-katanya mulai terbaca, setiap kalimat menambah ritme getar jantungku yang mulai tak menentu, padahal sms bukanlah fasilitas komunikasi yang baru bagi kita berdua, bahkan untuk hal yang kurang penting saja kadang kita bela-belain untuk segera berbagi cerita melalui fasilitas ini. Mungkin bukan saja hanya pesanya yang selalu berkesan dan penuh kejutan, tapi terlebih karena sms ini adalah pesan terakhir yang dia kirimkan sebelum aku masuk kedunia baru sebagai estafet cinta dari kehidupan masa muda yang penuh dengan warna. " kakandaku" ….deg..deg jantungku berdebar "ini adalah hari terakhir kita bersama,adek ingin agar kita akhiri cerita ini dengan sembah sujud ,sbg rasa sykr kepadaNya,mmhn ridha agar cinta yg kt awali tetap abadi, maaf bila adek t'lah mengganggu".
Sesaat aku terenyuh membaca isi pesan singkatnya, suatu kegiatan yang tak asing lagi bagiku, dikala pagi yang terlalu dini yang rutin ia kirimkan. Dialah bidadari motivatorku yang selalu membangkitkan gairah sembah sujudku untukNya. Walaupun pesanya seperti biasa, tapi bagiku serasa sangat terlalu istimewa, terlebih karena waktulah yang mengolahnya.
Sejenak ku pandangi seisi kamar sebelum beranjak mengambil air Wudlu. Tiba-tiba mataku manatap sebuah figura, terletak diantara PC dan tumpukan buku-buku, disana terdapat fhoto kedua orang tua serta kedua adiku terpampang menatap ku dengan penuh senyuman. Perlahaan aku menatapnya dalam-dalam, ku usapi wajah-wajah yang penuh cinta itu setu demi satu, lalu terbayang saat-saat masa kecilku dahulu yang penuh manja namun mereka tetap cinta. Saat-saat aku menangis di Bandara dan semua mearngkulku dengan mata sembab, kecuali si adik kecilku yang baru lahir karena ia masih terlalu polos untuk merasakan kesedihan dan arti sebuah perpisahan.
Tak terasa bola-bola keristal meleleh hangat dikedua pipiku, kemudian mataku tertuju pada jas hitam lengkap dengan celana serta kemeja putih yang telah tergantung rapih, pakaian yang dipersiapakn panitia kecil untuk kugenakan sebagai seragam cinta untuk mengikuti upacara sederhana namun tetap terjamin sakral sebagai ikatan cinta abadi yang sesuai dengan tuntunan dan aturan, hingga mendapat Ridho dan berkahNya.
Sungguh aku merasa betapa besar anugrah yang telah Allah berikan, kekuatan CintaNya yang terkadang membuat kita seakan sedang di alam mimpi. RahmatNya yang begitu luas, melibihi luasnya lautan dan samudra, hingga hembusan kasih sayangNya yang mampu menyatukan dua jenis makhluk yang berbeda, sebagai salah satu Sunatullahnya.
Lekas aku dekap foto keluargaku itu erat-erat, aku menangis sesegukan, sungguh sebuah kegiatan yang langka semenjak aku meninggalkan masa kecilku dahulu. Rasa haru dan bahagia bercampur menjadi satu, ada sedikit kesedihan yang merasuk, mengingat kedua orang tua dan sanak keluarga yang tak bisa hadir mendampingi, tapi perasaan itu cepat-cepat aku tepis karena aku tahu betapa mereka telah sangat meridhai niat suciku ini, dan bukan saatnya lagi bagiku untuk bermanja-manja meminta segala sesuatu agar dapat didampingi mereka, walaupun Ridha, pesan dan nasihatnya selalu aku utamakan "hidup ini perjuangan" yakinku dalam-dalam.
Ada juga rasa sedih karena akan berpisah dengan beberapa teman-temanku, khusunya teman satu rumah yang lama mengolah cerita dengan canda dan tawa, yang sesekali dibumbui dengan celotehan dan maen gojlok-gojlokan saat satu diantara kami lupa atau terlambat mengerjakan jadwal masak, heumm rasanya kami tak ubahnya seperti saudara kandung sendiri dalam sebuah keluarga cemara.
Aku juga terkadang merasa bersalah sendiri, karena rumah yang telah disewa selama 3 tahun bersama-sama ini, harus mereka relakan untuk tempat tinggal aku dan istriku nanti. Tapi…ah.., toh, ini hanya perpisahan sementara, kapan saja aku masih bisa ko, berkumpul dengan mereka lagi, gumamku dalam hati.
Adapun masalah rumah, sudah jauh-jaih hari aku meminta izin mereka, kita juga udah sama-sama Ridha, apalagi dulu kita pernah sepakat kalau siapa saja yang duluan nikah, dialah yang berhak untuk tinggal di rumah ini, walaupun yaa.. bukan sejenis perjanjian hitam diatas putih, tapi semacam solidaritas persaudaraan untuk mempermudah ibadah pengantin muda.
Tapi yang paling ga enak lagi sama kang Andi, dia adalah seniorku dirumah ini, bahkan usianya di negri ini, 3 tahun lebih dulu dari keberangkatanku. Saat ini beliau sedang menulis dalam rangka program pasca sarjananya, sedangkan aku masih tingkat tiga di fak yang sama, walaupun demikian belaiau adalah orang yang paling dewasa dan bijaksan di rumah ini, belaiaulah yang selalu menampung segala curhatanku saat aku punya permasalahan, bahkan untuk acara pernikahanku ini saja, beliaulah yang paling banyak membantu dan memberikan banyak nasehat. Heumm …Disanalah aku menyadari jika tabir takdirNya siapa yang tahu… ?? bahkan untuk masalah jodoh saja, tak ada istilah pandang umur dan waktu, sambil tak sengaja terdetik dalam hatiku "maaf kang Andi saya mendahului".
Waktu subuh sudah semakin dekat, segera aku bergegas mengambil air wudlu, lalu mulai bertakbir sebagai permulaan sahalat tahajud dengan beberapa raka'at. Setiap bacaan, surat demi surat terasa begitu utuh menyentuh kalbu, dalam sujud pertama aku berharap pintu Tobat dari segala perbuatan dosa-dosaku baik yang disengaja atau yang tak terasa, diberikan keyakinan hati dan keistiqamahan serta ikhlas dalam setiap menjalankan roda kehidupan. Sujud kedua aku berdoa agar diberi keberkahan umur dari setiap kesempatan, berharap agar calon istriku menjadi seorang istri yang solehah se-iyah dan sekata mendampingiku berjuang dijalan Allah, patuh pada perintah agama dan suami, ibu dari anak-anakku yang akan lahir sebagai generasi, hingga bila diakhirat nanti menajdi bidadari surgawi.
Dalam doa-doa panjangku, tak lupa doa buat kebaikan kedua orang tuaku dan juga calon mertua, guru-guru saudara dan teman-temanku seperjuangan, hingga kekuatan agar aku dapat memegang janji setia untuk tidak merokok lagi, selain untuk menjaga kesehatan, janjji ini telah kadung menjadi salah satu persyaratan yang Nadia pinta saat prosesi lamaran di rumah bu Rami tempo hari. Airmataku tak tertahankan lagi, "hanya engkaulah tempat aku mengadu dan meminta, aku hanya hambamu yang kecil dan rapuh, sungguh tak ada daya dan upaya keculai karena mu Ya Allah" pintaku dalam doa.
Saat diri merasa rapuh dan tak berdaya, tak ada lagi kerasnya hati yang tak berdaya, saat itu pula aku merasa menyatu dengan penuh kekhusyu'an dan penuh pengharapan. Cinta sejati kepada seorang makhluk telah memberi insfirasi yang dalam untuk mencintaiNya lebih dari segalanya.
***
Jarum jam menunjukan pukul 8.00 pagi, sisa waktu tinggal 1 jam lagi sebagaimna yang tertera dalam undangan. Rington HP hampir setiap detik bersuara, Banyak sms yang masuk baik dari keluargaku di Indonesia maupun teman-temanku di Cairo mengucapkan selamat dan tahniah. Sedarinya aku sudah bersiap-siap menggenakan seragam cinta sederhana lengkap dengan peci hitam lalu berdiri di depan cermin sambil melafalkan lafadz Ijab Qabul buat akad nanti.
Tiba-tiba Kang Andi sama Arif adik kelasku datang sambil berdehem dengan penuh senyuman meyakinkan ku agar tetap penuh semangat, lalu keduanya menghampiriku dan merangkul pundaku "gimana udah siapkan dim…?" tanya kang Andi, InsyaAllah Kang doanya.." jawabku sambil berseri-seri, walaupun ada sedikit kegugupan yang masih terselip. "kang Dim..sebelum berangkat kita shot dulu ya.., mulai dari pake baju pengantin bercermin sampe nanti pas di Assalam" ujar Arif adik kelasku yang tinggal satu rumah, ia cukup kreatif, orangnya baik cuma kalo tidur sering berisik.., dengan modal handycam dan kompter dia mamapu memebuat perusahaan kecil sejenis jasa pembuatan filem dokumenter buat para Mahasiwa yang ingin mengabadikan moment-moment pentingnya, Cuma untuk kali ini jasanya ia buat gratisan, katanya hitung-hitung buat kado pernikahan kang Adim.
Setelah beberapa menit berpose, si memet dateng memberitahukan sesuatu " cuileuh penganten nya lagi berpose..hihi" clotehnya, " kang Dim pak Hilmanya udah dateng, manehna di ruang tamu", "berisik tauuuuu" timpal Arif yang lagi khusu ng-shoot. " ok sbentar ya Met" pesanku pada memet.
Setelah selesai beberapa menit, Aku menemui Pak Hilman yang sudah menunggu di ruang tamu, belaiu berkacamata dan wajahnya yang selalu ceria dengan senyuman yang selalu tersungging di rona wajahnya, aku langsung menyalami dan mencium tangan belaiu, belaiu pun menimpali dengan merangkulku penuh kehangatan.
Pak Hilman adalah seorang lokal staf KBRI kairo, beliau sudah cukup lama bertugas disini, selain bertugas sebagai staff di atase pertahanan KBRI, beliau juga salah satu sesepuh KPMJB (Kekeluargaan Mahasisiwa Jawa Barat) sehingga tidak aneh jika ia sangat akrab dengan mahasisiwa, khususunya yang berasal dari Jawa Barat, karena ia sendiri berasal dari daerah Bandung, bahkan setiap ada Mahasiswa asal Sunda yang ingin menikah seperti aku disini, beliaulah yang sering bertindak sebagai walinya, " kumaha kang Dim tos siapnya…?" tanyaanya, "insyaAllah Pak". "Cobi ku bapak di tes dulu kang Dim, lafadz akadnya sebentar, biar nanti ga gugup" pintanya.
Setelah dengan lancar aku coba melafadzkanya, pak Hilman mengacungkan jempol sambil tersenym, " wah udah siap inimah, tinggal persiapan buat malemnya, udah siap belum Kang dim, kalo perlu fush up dulu lah.." canda Pak hilman disertai gelagak tawa kang Andi, arif dan si Ahmet.
Kami berempat mulai beranjak, memasuki mobilnya Pak Hilman, Arif mengikut sambil meng-shoot kami dari belakang, setelah semua masuk mobil tiba-tiba si Arif mengingatkan sesuatu" perasaan ada yang ketinggalan… eh…si memet kemana,,??", " lha kemana si memet… coba Panggil rif" ujar kang Andi, "gini emang nih jelekya si Memet nieh.." kelakar Arif kesal, " met mau ikut ga loe, cepetan mau berangkat niehh…!" teriak Arif.
Satu lagi teman satu rumah yang cukup kocak, selain berbadan subur, kadang-kadang kata-katanya polos tapi cukup menghibur, sering nyoba-nyoba pake bahasa sunda, cuma dengan konsonan dan penempatan kata yang kurang pas sehingga terdengar sedikit ganjil, aktivitasnya tak jauh dari komputer, Cuma walaupun begitu, dia cukup produktif mengembangkan hobinya membuat cerpen dan tulisan sasatra, bahkan bebrapa tulisanya sering nampak pada buletin yang aku pimpin TëROBOSAN, serta bebrapa buletin masisir lainya, berasal dari luar jawa, lampung tepatnya, nama aslinya Ahmad Ginanjar, tapi memet adalah nama sapaanya, sebgaimna aku Ahmd Dimyati, di panggil dengan nama singkatan Adim.
Read more...
Subscribe to:
Posts (Atom)